Skip navigation

ada yang berkata bahwa
selamanya kita semua harus berjuang
tuk mencapai mimpi
apa pun keadaannya

tapi tidaklah salah ketika berkata
cukup sampai disini kulangkahkan kakiku
tuk ganti arah tak lagi padamu
karena hanya kebutaan yang kudapat

terlalu lama manusia bertoleransi pada diri sendiri
tak mau menghargai orang lain
hanyalah penilaian sebatas penglihatan
dan praduga atas ketakutan

mengkungkung dalam-dalam pendengaran hati
membuka lebar-lebar pendengaran nafsu
berucap tanpa ada penghargaan
karena mulut hati telah dikunci rapat-rapat

entah apa yang dicari dalam dunia ini
seperti penghargaan dalam penglihatan
menjadi kebanggaan karena pembicaraan
dan lupa akan tanggung jawabnya

toh ini hanyalah pelengkap cv dalam masa depan
tuk hargai diri dengan mata uang
mencari nafkah di masa yang akan datang
tp lupa akan esensi kehidupan

lupa akan posisi, lupa akan kebenaran
karena cv lah yang bernilai tinggi
dari pada sekedar mendengarkan
dari pada sekedar keharusan

semua berawal dari niat
semua berawal dari keikhlasan
semua berawal dari mimpi
semua akan jalan ketika kita rela tuk belajar

tak mau membaca
tak mau mendengar
tak mau melihat
tak mau merasakan

hanya berprasangka dalam-dalam
atau hanya sekedar lipsing tuk menipu
puaskan jawaban atas permintaan
tapi sebenarnya tidak ada jalan yang diberikan

oh semoga tak lupa tuk membaca
tak lupa tuk mengingat
tak lupa tuk mendengar
agar kita tau mau kemana kah warna ini

gejolak tetaplah gejolak
dan kutuliskan sebagian rasa ini
semoga ku bukan lah orang yang mencari korban
tuk pantas dijadikan pelaku atas rusaknya keadaan

dan semoga warna itu terbang
melayang tinggi di atas
menjadi warna yang dicintai
dan dihargai atas keindahan dan ketulusannya

Advertisements

minggu pagi ku di sini
ditemani oleh segelas kopi
bersama lalu lalang penghuni
di tempat biasa aku singgahi

terkadang terdiam
lalu menulis
terkadang terlamun
lalu berfikir

lembaran-lembaran putih
menemani hari ini
dengan segala coretan dan gambar
tentang indahnya kehidupan pelajar

terdengar di kananku
mang-mang yang sedang memukul paku dengan palu
terdengar di kiriku
pasangan yang sedang bercengkrama selalu

kuhirup udara pagi ini
tak lupa seteguk kopi
terdengar motor melintasi
arah depan yang kupandangi

coretan tentang bangsa dan nasionalisme
coretan tentang diri dan globalisasi
hiasan tentang kampus dan masyarakat
mencoba dalam sebuah keteraturan

tak sadar terlihat
pukul 08.54
sesaat terdeengar suara langkah
kaki kuda yang mencari nafkah

dalam kepenatan lemabar-lembar putih
dan lelah oleh coretan tinta
sekali kulihat indah biru langit
dengan putihnya awan melayang

terasa semakin penuh pengunjung
yang datang tuk lepas lelah
setelah berlari-lari
duduk menikmati nyawangan

ada bunyi suling terdeengar
bapak dengan nada sumbang
yang mencari kocek koin
di tengah hela-hela nafas

ntah teringat aku padanya
kelembutan, kehalusan
keluar dalam diriku
tunggulah aku

ingin kehentikan coretanku
tentang imagologi, filsafat, dan pendidikan
tentang nasionalisme, bangsa, dan negara
dalam sebuah tanda tanya

y y y nih beberaaplotan poto2 dari pmb 2007…

pramesera

i lost my way…

it cannot be…

just because i chosen…

and why???

they blame it on me…

why…

people just look  about the wrong things…

so everythings is gone…

i am freedom now…

maybe, just in my hope…

dan sy tetap punya tanggung jawab atas pilihan saya,,,dan blom terfikir saya bisa membantu seperti apa ntar…yang kepikiran oleh saya saat ini adalah ikutan  unit ps dan menyalurkan hobi saya bermain bola, pengen ngajar2 tpb lagi, dan yang utama berusaha lebih fokus untuk belajar (maybe this is my last chance)…

y semua ada hikmah dari setiap kegagalan dan saya menerimanya…saya tetaplah  saya,,,

congratulation for imam…and keep struggle…