terpulas dalam nikmat ranjang
terdampar di penantian bantal
kurebahkan badan dalam ranjang
kepala sandarkan di atas bantal
melihat langit yang terang
dengan sinar mentarinya
mencoba menembus awan-awan
yang mulai bergumpalan
hembusan angin pun menerpa
masuk ke dalam kamar
menerpa wajah kusutku
dengan kesegaran terbawa
kulihat
langit mulai menghitam
dengan dendam-dendam awan hitam
mencoba tuk tutupi sang mentari
yang sinarnya menghangatkan
hitam dan menghitam
dengan perasaan geram
mulai mengaung-ngaung
tubuhku mulai terasa dingin
membawa semua kegelapan
merasuk tubuhku
kucoba tuk menutup sang tirai
seiring aungan yang tak
terkendali
bergetar seluruh ruangan
mencari sandaran tuk lindungi
tubuhku yang rentan
oh tuhan
aungan langit semakin menjadi
dan air langit pun turun
dengan derasnya menerpa bumi
jegger…jegger…
terdengar begitu dekat
dan semakin mendekat
sembunyi dalam hatiku
tak berani melihat dan menolong
kututup kepala dengan bantal
kecilku
kucoba tuk liaht kembali
melewati jendela kaca
kulihat titik-titik terang
titik-titik cahaya sang mentari
menembus hitam lebam awan
tak tahan akan hitam dunia
memberi sinarnya kembali
dan memberi kehangatan yang
oh, membuatku tenang
dunia pun menjadi terang kembali
dengan alunan angin sepoi
kucoba nikmati
dan resapi hakikat semua ini
- A 32 -
- kondisi indonesia saat ini
butuh cahaya yang dapat
menerangkan gelapnya
ketidakbenaran -